Tampilkan postingan dengan label Makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makan. Tampilkan semua postingan

Risiko makan daging merah


Dua iris bistik, hot dog, atau daging sapi cincang dalam aneka hidangan secara signifikan meningkatkan resiko terkena diabetes tipe 2. Demikian hasil penelitian   para ahli di Harvard School of Public Health. Studi kali ini adalah yang terbesar dari jenisnya sampai saat ini dan dipublikasi di American Journal of Clinical Nutrition.
Makan 50 gram daging merah olahan setiap hari meningkatkan risiko diabetes seseorang sebesar 51 persen, sementara makan 100 gram daging merah olahan setiap hari, dengan ukuran sebesar setumpuk kartu, meningkatkan risiko sebesar 19 persen.

Namun, risiko tersebut turun jika daging merah diganti dengan kacang, daging putih, susu rendah lemak, atau protein gandum.
"Jelas, hasil dari studi ini memiliki implikasi kesehatan besar publik yang diberikan konsumsi meningkat epidemi diabetes tipe 2 dan peningkatan daging merah di seluruh dunia," kata penulis senior Frank Hu.
"Kabar baiknya adalah bahwa faktor risiko dapat diimbangi dengan menukar daging merah dengan protein sehat."

Data untuk penelitian ini berasal dari kuesioner tanggapan dari lebih dari 204.000 orang di AS perawat dan studi kesehatan profesional. Subyek yang diamati berusia antara 14 dan 28 tahun.
Para peneliti juga diperbarui meta-analisis yang mencakup data mereka dengan penelitian lain yang mencakup lebih dari 442.000 peserta.

Diabetes mempengaruhi hampir 350 juta orang dewasa di seluruh dunia, dan lebih dari 11 persen orang dewasa di atas usia 20 - atau 25,6 juta orang.
Diabetes tipe 2 sering disebabkan oleh obesitas, kurang olahraga, dan kebiasaan makan yang tidak sehat.

Gadis Ini Langsung "Hamil" Seusai Makan

type='html'>
Kerri Dowdswell adalah seorang wanita muda berusia 23 tahun yang memiliki tubuh ramping. Awalnya, ia tak pernah punya masalah dengan ukuran celana jinsnya. Namun, kini ia sering mengeluhkan hal itu. Pasalnya, beberapa menit setelah makan, Kerri mengalami kondisi yang misterius. Perutnya menjadi begitu kembung layaknya seorang ibu hamil.
Anehnya dalam hitungan jam, perut Kerri menyusut kembali ke ukuran normal. Masalah yang kini dihadapi Kerri adalah, setiap makan di luar, ia harus memakai celana untuk ibu hamil.

Kondisi Kerri yang disebut dengan istilah "food baby" tersebut telah membingungkan para dokter sejak satu dekade ini, dan para dokter mencoba untuk menemukan penyebabnya. Tes alergi makanan dan intoleransi pada Kerri hasilnya negatif. Meski usaha menyingkirkan beberapa jenis makanan dalam daftar diet telah dilakukan, tetap saja kondisi perutnya tak kunjung membaik.


"Ini benar-benar memalukan. Saya menjaga apa yang saya makan dan olahraga secara teratur, tetapi perut Saya tetap seperti ini," kata Kerri yang berasal dari Cannock Staffordshire.


"Beberapa orang bertanya, kapan melahirkan? Setiap orang mempertanyakan hal itu sehingga harus dijelaskan berkali-kali bahwa bahwa saya bukan ibu hamil. Perut ini membesar karena daging yang saya makan," tambahnya.


Setiap kali makan di luar, Kerri harus memakai sesuatu yang longgar. Ia harus membeli celana jins yang bagian pinggangnya elastis karena hanya dengan celana itu Kerri merasa nyaman.


Menurutnya, tak ada petunjuk soal penyebab perutnya membesar. "Memakan sepotong biskuit kecil atau buah saja terkadang membuat perut ini sudah menggelembung, dan celana saya tiba-tiba tak muat," kata dia.


Keanehan ini mulai dialami Kerri saat ia menginjak masa puber, dan kini keadaannya semakin parah. Awalnya, dokter menduga hal ini akibat reaksi gluten. Namun meski ia menghindari produk gandum, perutnya tetap saja membesar.


"Sekitar satu tahun, saya menjalani gaya hidup vegetarian, tak makan daging merah, gandum, atau produk susu. Namun itu sia-sia. Perut tetap membesar. Saat ini, saya tak pernah menikmati makanan," tuturnya.


Perut Kerri membesar seketika seusai makan atau 15 menit setelahnya. Namun, dalam beberapa kasus, pembesaran baru muncul beberapa jam kemudian. Kerri juga butuh waktu berjam-jam untuk menunggu perutnya kembali dalam bentuk normal.